Videoini saya buat untuk memenuhi tugas final HADIS DAKWAH DAN KOMUNIKASIMohon maaf jika ada salah pengucapan dalam dakwah yg saya bawakan.. Karena saya Didalam hadits Nabi juga ditemukan prinsip-prinsip etika komunikasi, bagaimana Rasulullah saw mengajarkan berkomunikasi kepada kita. Berikut hadits-hadits tersebut: 1. qulil haqqa walaukana murran (katakanlah apa yang benar walaupun pahit rasanya) 2. Kedua, falyakul khairan au liyasmut (katakanlah bila benar kalau tidak bisa, diamlah). 3. PeranKomunikasi Pembangunan. Sebagaimana dikutip Zulkarimen Nasution dari pendapat Hedebro memuat 12 peran yang dapat dilakukan komunikasi dalam pembangunan, yakni: 1. Komunikasi dapat menciptakan iklim bagi perubahan dengan membujukkan nilai-nilai, sikap mental, dan bentuk perilaku yang menunjang modernisasi. 2. KomunikasiSuami dan Istri Dalam Hadis Nabi. December 2018 dalam rangka meningkatkan kesejahteraan 1 PERATURAN BERSAMA MENTRI AGAMA DAN MENTRI DALAM NEGERI NO.9 TAHUN 2006 TENTANG PENDOMAN . Abstract ; Konsep tentang komunikasi tidak hanya berkaitan dengan masalah cara berbicara efektif saja melainkan juga etika bicara. Semenjak memasuki era reformasi, masyarakat Indonesia berada dalam suasana euforia, bebas bicara tentang apa saja, terhadap siapapun, dengan cara bagaimanapun. Al-Qur'an menyebut komunikasi sebagai salah satu fitrah manusia. Untuk mengetahui bagaimana manusia seharusya berkomunikasi. Al-Qur'an memberikan kata kunci keyconcept yag berhubungan dengan hal itu. Al-Syaukani, misalnya mengartikan kata kunci al-bayan sebagai kemampuan berkomunikasi. Selain itu, kata kunci yang dipergunakan Al-Qur'an untuk komunikasi ialah al-qaul. Demokrasi yang melegitimasi terdapatnya keragaman pluralitas tentu harus dipraktikkan ke ranah politik dan kekuasaan. Untuk itu dibutuhkan alat untuk mengantarkan terjadinya proses tawar dan konsensus di antara komponen sosial politik yang ada. Instrumen tersebut adalah komunikasi politik. Etika politik diperlukan secara kontinu dalam proses komunikasi politik di tengah transisi demokrasi saat ini di mana etika politik mengarahkan ke hidup baik bersama dan untuk orang lain dalam kerangka memperluas lingkup kebebasan dan menciptakan institusi-institusi yang lebih adil. Barangkali bisa dipahami dengan komunikasi politik yang beretika maka nilai-nilai demokrasi tetap dikedepankan serta mereka akan menjaga komitmen untuk mengutamakan kepentingan publik. Perintah berkata dalam Al-Qur'an dan hadis menjadi sebuah indikasi wajibnya bagi muslim mengaplikasikan sifat kejujuran dan perkataan benar yang dalam konsep Al-Qur'an dikenal dengan istilah qaulan sadidan. Kata KunciEtika, Komunikasi The concept of communication is not only concerned with the problem of how to speak effectively but also the ethics of speech. Since entering the reform era, the people of Indonesia are in a euphoric atmosphere, free to talk about anything, to anyone, in any way. The Quran calls the communication as one of human nature. To find out how humans seharusya communicate. The Qur'an gives the keyword keyconcept yag associated with it. Al-Syaukani, for example, define the keyword al-bayan as the ability to communicate. In addition, the keywords used for communication Qur'an is al-qaul. Democracy which legitimize the presence of diversity plurality of course must be practiced to the realm of politics and power. That requires a tool to deliver the bargaining process and consensus among the existing social and political components. The instrument is political communication. Political ethics required continuously in the process of political communication in the middle of the current democratic transition in which the direct political ethics to live well together and for others within the framework of expanding the scope of freedom and creating institutions fairer. Perhaps it can be understood in political communication, the ethical values of democracy still put forward and they will maintain a commitment to prioritize the public interest. The command said in the Qur'an and Hadith become an indication obligatory for Muslims to apply the nature of honesty and true are the words of the Qur'an concept known as qaulan sadidan. KeywordsEthics, Communication Source makhluk sosial, manusia selalu berhubungan dengan orang lain dalam kehidupannya. Salah satu cara untuk berhubungan adalah dengan berkomunikasi. Komunikasi merupakan proses untuk menyampaikan pesan dari satu orang ke orang lainnya melalui berbagai media seperti lisan, tulisan, dan gerakan tidak semua orang mampu berkomunikasi dengan baik dan benar. Beberapa orang seringkali menggunakan bahasa yang kasar, menyela pembicaraan, atau bahkan tidak mendengarkan lawan bicara dengan baik. Padahal, adab berbicara sangat penting untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang Islam, terdapat banyak hadits yang membahas tentang komunikasi. Hadits-hadits tersebut memberikan petunjuk dan pedoman bagi umat Islam untuk berkomunikasi dengan baik dan benar. Berikut adalah beberapa hadits tentang komunikasi yang perlu kita satu hadits yang membahas tentang pentingnya berbicara yang baik adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda,“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata-kata yang baik atau diam.”Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa sebagai seorang muslim, kita harus berbicara dengan baik dan benar. Kita tidak boleh menggunakan bahasa yang kasar atau menyakiti perasaan orang lain. Jika tidak mampu berkata-kata yang baik, lebih baik diam daripada berbicara dengan bahasa yang tidak Hadits tentang Pentingnya Mendengarkan dengan BaikSource pentingnya berbicara dengan baik, hadits-hadits tentang komunikasi juga menekankan pentingnya mendengarkan dengan baik. Salah satu hadits yang membahas tentang hal ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda,“Janganlah kamu membelakangi temanmu ketika ia berbicara dan janganlah kamu berjalan meninggalkannya.”Hadits ini mengajarkan kepada kita untuk tidak membelakangi atau meninggalkan teman ketika dia sedang berbicara. Kita harus memberikan perhatian penuh pada lawan bicara kita sehingga kita dapat memahami pesan yang disampaikan dengan Hadits tentang Bahaya Berbicara yang Tidak BaikSource hadits-hadits tentang komunikasi juga mengingatkan kita tentang bahaya berbicara yang tidak baik. Salah satu hadits yang membahas tentang hal ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda,“Barangsiapa yang meyakini Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata-kata yang baik atau diam. Dan barangsiapa yang meyakini Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya.”Hadits ini mengajarkan kepada kita untuk tidak hanya berkata-kata yang baik, namun juga untuk memuliakan tetangga kita. Kita tidak boleh menyakiti perasaan tetangga kita dengan berkata-kata yang tidak baik atau melakukan tindakan yang merugikan Hadits tentang Bahaya Fitnah dan GhibahSource tentang komunikasi juga mengingatkan kita tentang bahaya fitnah dan ghibah. Salah satu hadits yang membahas tentang hal ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda,“Tahukah kalian apa itu ghibah? Ghibah adalah menyebutkan sesuatu tentang saudaramu yang dia tidak suka didengar.”Hadits ini mengajarkan kepada kita tentang bahaya ghibah dan fitnah. Kita harus berhati-hati dalam berbicara dan tidak menyebarkan informasi yang tidak benar atau merugikan orang Hadits tentang Keutamaan Orang yang Berbicara dengan BaikSource hadits-hadits tentang komunikasi juga mengajarkan tentang keutamaan orang yang berbicara dengan baik. Salah satu hadits yang membahas tentang hal ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda,“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata-kata yang baik atau diam.”Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir akan selalu berbicara dengan baik. Orang seperti ini akan selalu dihormati dan dihargai oleh orang lain karena cara mereka yang berbicara yang sopan dan tentang komunikasi mengajarkan kepada kita tentang pentingnya berbicara dengan baik dan benar, mendengarkan dengan baik, dan menghindari bahaya fitnah dan ghibah. Dengan mengikuti petunjuk dan pedoman dari hadits-hadits tersebut, kita dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang lain dan menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke mari kita terapkan adab berbicara dalam kehidupan sehari-hari dan berusaha untuk selalu berbicara dengan baik dan benar. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. video of Hadits tentang Komunikasi Mengenal Pentingnya Adab Berbicara Komunikasi adalah salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan. Dalam Islam, terdapat banyak hadits yang mengajarkan bagaimana seharusnya berkomunikasi dengan baik dan benar. Dalam artikel ini, akan dijelaskan 10 hadits tentang komunikasi yang patut diketahui oleh setiap Berbicara yang Menjaga tutur Menjaga intonasi2. Berbicara sesuai Jangan Menghindari ghibah3. Mendengarkan dengan Memberi perhatian saat orang lain Menghindari mengomentari selagi orang lain berbicara4. Menebar kebaikan dalam Menebar Memberi ucapan yang baik5. Menjaga privasi orang Menjaga rahasia orang Tidak menyebarluaskan informasi yang tidak benar6. Menghindari debat yang tidak Menghindari debat yang tidak Menghargai perbedaan pendapat7. Menghindari ucapan yang Menghindari ucapan yang Menghindari kata-kata yang merendahkan orang lain8. Menghormati orang yang lebih Menghormati orang yang lebih Menghargai pengalaman orang yang lebih tua9. Tidak memaksakan Tidak memaksakan kehendak pada orang Menghargai keputusan orang lain10. Menjauhi Menghindari Menjauhi orang yang suka berfitnah KesimpulanFAQ1. Apa saja hadits tentang komunikasi?2. Mengapa komunikasi penting dalam Islam?3. Bagaimana cara berkomunikasi yang baik dalam Islam?1. Berbicara yang baikRasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata-kata yang baik atau dia diam.” HR. Bukhari. Menjaga tutur kataPada saat berbicara sebaiknya kita menjaga tutur kata dan tidak menggunakan kata-kata kasar atau merendahkan orang lain. Hal ini akan membuat orang lain merasa nyaman dan menghargai Menjaga intonasiSelain menjaga tutur kata, kita juga harus menjaga intonasi saat berbicara. Hindari teriakan atau nada suara yang tinggi karena dapat membuat orang lain merasa tidak Berbicara sesuai kebenaranRasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya kebenaran membimbing menuju kebaikan dan kebaikan membimbing menuju surga.” HR. Bukhari. Jangan berbohongSaat berbicara, kita sebaiknya tidak berbohong. Karena berbohong dapat merusak hubungan dengan orang lain dan juga dapat merusak citra diri kita Menghindari ghibahSelain tidak berbohong, kita juga sebaiknya tidak mengatakan hal-hal yang tidak benar tentang orang lain atau melakukan ghibah. Karena hal ini dapat merusak hubungan dengan orang yang digosipkan dan juga dapat merusak citra diri kita Mendengarkan dengan baikRasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang mendengarkan perkataan dua orang yang saling mencintai, maka Allah akan menjadikan hatinya penuh cinta.” HR. Tirmidzi. Memberi perhatian saat orang lain berbicaraSaat orang lain berbicara, kita sebaiknya memberikan perhatian penuh dan tidak terganggu oleh hal lain seperti gadget atau kegiatan lainnya. Hal ini akan membuat orang lain merasa dihargai dan lebih nyaman saat berbicara dengan Menghindari mengomentari selagi orang lain berbicaraSaat orang lain berbicara, kita sebaiknya tidak mengomentari apa yang dikatakan orang tersebut selagi ia masih berbicara. Kita harus menunggu sampai ia selesai berbicara terlebih Menebar kebaikan dalam berkomunikasiRasulullah SAW pernah bersabda, “Mudah-mudahan Allah memberikan kebaikan bagimu dari setiap orang yang memandangmu, mendengarmu, dan melihatmu.” HR. Abu Daud. Menebar senyumSaat berbicara, kita sebaiknya menebarkan senyum kepada orang lain. Hal ini dapat membuat orang lain merasa nyaman dan lebih dekat dengan Memberi ucapan yang baikSaat berbicara, kita sebaiknya memberikan ucapan yang baik dan sopan kepada orang lain. Hal ini akan membuat orang lain merasa dihargai dan memberikan kesan positif terhadap Menjaga privasi orang lainRasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang menutupi aib saudaranya di dunia, maka Allah akan menutupinya di akhirat.” HR. Muslim. Menjaga rahasia orang lainKetika orang lain mempercayakan sesuatu kepada kita, maka kita sebaiknya menjaga rahasia tersebut dan tidak mengungkapkannya kepada orang lain tanpa seizin orang yang Tidak menyebarluaskan informasi yang tidak benarKita sebaiknya tidak menyebarluaskan informasi yang tidak benar tentang orang lain. Hal ini dapat merusak citra orang yang bersangkutan dan juga dapat merusak hubungan dengan orang Menghindari debat yang tidak perluRasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat, maka Allah akan memberinya pahala.” HR. Tirmidzi. Menghindari debat yang tidak perluSaat berbicara, kita sebaiknya menghindari debat yang tidak perlu karena dapat membuang-buang waktu dan energi. Sebaiknya kita fokus pada hal-hal yang bermanfaat dan Menghargai perbedaan pendapatSaat berbicara dengan orang lain, kita sebaiknya menghargai perbedaan pendapat yang ada. Kita tidak harus selalu memiliki pendapat yang sama dengan orang lain dan sebaiknya kita bisa saling menghargai pendapat yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata-kata yang baik atau dia diam.” HR. Bukhari.2“Sesungguhnya kebenaran membimbing menuju kebaikan dan kebaikan membimbing menuju surga.” HR. Bukhari.3“Barangsiapa yang mendengarkan perkataan dua orang yang saling mencintai, maka Allah akan menjadikan hatinya penuh cinta.” HR. Tirmidzi.4“Mudah-mudahan Allah memberikan kebaikan bagimu dari setiap orang yang memandangmu, mendengarmu, dan melihatmu.” HR. Abu Daud.5“Barangsiapa yang menutupi aib saudaranya di dunia, maka Allah akan menutupinya di akhirat.” HR. Muslim.6“Barangsiapa yang meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat, maka Allah akan memberinya pahala.” HR. Tirmidzi.7. Menghindari ucapan yang kasarRasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah yang paling baik budi pekertinya dan yang paling manfaatnya bagi manusia.” HR. Ahmad. Menghindari ucapan yang kasarSaat berbicara dengan orang lain, kita sebaiknya menghindari ucapan yang kasar. Kita harus berbicara dengan sopan agar orang lain merasa nyaman dan menghargai Menghindari kata-kata yang merendahkan orang lainKita sebaiknya menghindari kata-kata yang merendahkan orang lain karena dapat membuat orang tersebut merasa tersinggung dan tidak nyaman saat berbicara dengan Menghormati orang yang lebih tuaRasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang tidak menghormati orang yang lebih tua dari dirinya, dan tidak mengasihi orang yang lebih muda darinya, maka bukanlah termasuk dari golongan kami.” HR. Abu Daud. Menghormati orang yang lebih tuaSaat berbicara dengan orang yang lebih tua, kita sebaiknya menghormati dan menghargai mereka. Kita sebaiknya memperlakukan mereka dengan baik dan Menghargai pengalaman orang yang lebih tuaOrang yang lebih tua umumnya memiliki pengalaman yang lebih banyak daripada kita. Kita sebaiknya menghargai pengalaman mereka dan memperhatikan saran atau masukan yang mereka berikan saat berbicara dengan Tidak memaksakan kehendakRasulullah SAW pernah bersabda, “Tidak ada yang lebih baik daripada memperbanyak lisan dalam berdzikir kepada Allah SWT dan tidak ada yang lebih buruk daripada banyaknya mempergunakan lisan untuk berbicara yang sia-sia.” HR. Tirmidzi. Tidak memaksakan kehendak pada orang lainSaat berbicara dengan orang lain, kita sebaiknya tidak memaksakan kehendak pada orang lain. Kita harus memahami bahwa setiap orang memiliki pendapat dan cara pandang yang Menghargai keputusan orang lainOrang lain memiliki hak untuk membuat keputusan sendiri. Kita sebaiknya menghargai keputusan tersebut dan tidak memaksakan pendapat kita pada orang Menjauhi fitnahRasulullah SAW pernah bersabda, “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain. Karena itu, janganlah berbuat zalim terhadap saudaramu dan janganlah menyerahkannya kepada musuh-musuhnya.” HR. Muslim. Menghindari fitnahKita sebaiknya menghindari fitnah dan tidak mengatakan hal-hal yang dapat merugikan orang lain. Kita harus memperhatikan kata-kata kita ketika berbicara karena dapat mempengaruhi hubungan dengan orang Menjauhi orang yang suka berfitnahKita sebaiknya menjauhi orang yang suka berfitnah dan tidak mengikutinya. Kita harus memilih teman yang baik dan memiliki akhlak yang mulia agar kita juga terpengaruh oleh akhlak mereka. KesimpulanDalam Islam, komunikasi dianggap sebagai hal yang sangat penting. Dalam artikel ini, telah dijelaskan 10 hadits tentang komunikasi yang patut diketahui oleh setiap muslim. Diantaranya adalah berbicara dengan baik dan sesuai kebenaran, mendengarkan dengan baik, menebar kebaikan dalam berkomunikasi, menjaga privasi orang lain, menghindari debat yang tidak perlu, menghindari ucapan yang kasar, menghormati orang yang lebih tua, tidak memaksakan kehendak, dan menjauhi Apa saja hadits tentang komunikasi?Ada banyak hadits tentang komunikasi dalam Islam. Namun, dalam artikel ini dijelaskan 10 hadits tentang komunikasi yang patut diketahui oleh setiap Mengapa komunikasi penting dalam Islam?Komunikasi penting dalam Islam karena dapat mempengaruhi hubungan dengan Allah SWT dan juga dengan sesama manusia. Islam mengajarkan untuk berkomunikasi dengan baik dan benar agar kita dapat memperoleh keberkahan dari Allah SWT dan juga menjalin hubungan yang baik dengan orang Bagaimana cara berkomunikasi yang baik dalam Islam?Cara berkomunikasi yang baik dalam Islam adalah dengan berbicara yang baik dan sesuai kebenaran, mendengarkan dengan baik, menebar kebaikan dalam berkomunikasi, menjaga privasi orang lain, menghindari debat yang tidak perlu, menghindari ucapan yang kasar, menghormati orang yang lebih tua, tidak memaksakan kehend To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the author.... Yang mana bahan pernyataan itu adalah pikiran dan perasaan seseorang yang disalurkan dengan menggunakan bahasa yang sesuai Effendy, 2003. Secara sederhana, komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan Lubis, 2019. ...Vitria Dewi RsMuhammad JunaidiUsrial HuseinThis research is motivated by the development of increasingly sophisticated technology, making it easier to deliver dakwah messages through this technology. Currently, da'wah is not only carried out on the pulpit but has penetrated social media and cinema. This is what prompted the author to conduct research on the Nilep Short Movie produced by Ravacana Films. This study aims to determine how the meaning, connotations and myths contained in the Nilep Short Movie and to find out what da'wah messages are contained in the Nilep Short Movie. This research uses descriptive qualitative research methods. This research uses observation and documentation data collection techniques, by applying a data analysis technique, namely semiotic analysis using the Roland Barthes model. By using this semiotic analysis model of Roland Bartes, the writer can find out the meaning of denotation, connotation and myths, as well as the da'wah messages contained in the Nilep Short Movie. The result, the writer found that the object of semiotic analysis research are image/visual, shot type and sound/audio. The writer also finds denotative meanings, connotative meanings and myths contained in the Nilep Short Movie. The author also found several da'wah messages in the short movie, namely please help, be grateful, empathize, do not repay evil for evil as well, reject munkar, do not steal, hasten good deeds, check the truth of information, say and answer greetings, and ask for sorry and forgive. Finally, the writer recommends readers to watch and retrieve the da'wah messages contained in the Nilep Short Movie.... When communication occurs between people of different nationalities, racial groups, or language communities, this communication is called intercultural communication Heryadi and Silvana, 2013. In this case, if there is communication between people who come from different cultures, then that's when intercultural communication occurs Lubis, 2019. ...Fajar WajduCommunication is understood as a process of interaction between two or more individuals exchanging information using symbols so there is a mutual understanding between them. Every communication phenomenon requires a relationship between individuals or more who exchange information with the aim of conveying a message so each of the involved parties can understand each other. Thus, intercultural dialogue refers to a fact of communication in which participants with different cultural backgrounds are involved in a contact with one another, either directly or indirectly. The teachings of Islam as a religion that loves peace also recognize the existence of cultural diversity as a necessary thing. So Islam teaches its people to always build deep interactions lita'arafu between different cultural elements. It is, a dialogical attitude, an attitude of openness to build communication to all cultural elements that surround it. Nation, tribe and ethnicity, beside to religion, is one of the cultural elements that confirms the identity of human groups. These three cultural elements make people feel as part of a certain group and at the same time it makes them feel different from certain groups. Surah al-Hujurat verse 13 acknowledges human diversity. Even though we are both Adam's children and grandchildren, born from the same ancestor, we are aware that we are different both as a nation, ethnicity, race, and as part of a certain religion. Humans by nature always attach their identity to certain groups of people because of the similarity of characteristics. For example, the similarity of language, tribe, race, ethnicity, religion, history and residence. For this reason, the surah al-Hujurat verse 13 recognizes cultural diversity. As humans are culturally diverse, humans must know each other li taarafu or build a dialogical attitude on the top of the diversity that surrounds them.... Dengan adanya komunikasi sebagai alat pemersatu antara satu individu dengan yang lainnya yang memiliki latar belakang budaya berbeda, maka pesan yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan tidak akan mengalami miscommunication atau misinterpretation. Tentunya hal ini senada dengan apa yang diungkapkan oleh Stewart L. Tubis bahwa yang dinamakan komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang berbeda budaya Lubis, 2019. Demikian pula Charley H. Dood mempertegas pendapat tersebut dengan mengatakan bahwa komunikasi antar budaya mencakup segala hal baik dari peserta komunikasi yang mewakili pribadi, antar pribadi, bahkan kelompok dengan catatan adanya penekanan pada perbedaan latar belakang budaya yang mempengaruhi perilaku komunikasi pesertanya Siahaan & Junaidi, 2020. ...Niken SeptantiningtyasSulusiyah SulusiyahPondok Pesantren Nurul Jadid sebagai sentralisasi mini kehidupan masyarakat merupakan gambaran hidup yang penuh dengan keberagaman. Perbedaan yang ada terkadang menimbulkan permasalahan dan dilematisme tersendiri. Oleh karena itu tujuan penelitian ini diarahkan untuk memahami pola komunikasi, penghambat serta pendukung komunikasi antar budaya. Penelitian dilakukan pada bulan September 2021. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data yang diperoleh dari observation participant, deep interview dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 komunikasi antar budaya dapat berjalan dengan baik melalui pemahaman sosial yang terbangun dengan baik 2 bahasa yang menjadi pemersatu di antara para santri adalah bahasa Indonesia 3 pola komunikasi yang digunakan oleh para santri adalah pola komunikasi sirkular dan linear 4 faktor penghambat dalam komunikasi antar budaya ini selain dipengaruhi oleh psikologi, ekologi, dan mekanis adalah berasal dari faktor budaya serta penerapan sikap toleransi terhadap budaya lain merupakan faktor pendukung dalam komunikasi antar budaya ini. Fred E. JandtBy Fred E. textbook challenges students to develop cultural competency by developing an understanding of how we perceive and react to cultural rules – not only those of others, but also our own. Going beyond an "American" assessment of the field, this textbook assumes that no culture is privileged over another, be that culture from across the globe or a subculture or subgroup around the corner. Issues of identity, nationality, assimilation, and inter-group relations promote appreciation of diversity among Agama Islam. Rajawali pers JakarataMohammad AliDaudAli, Mohammad Daud. 1998. Pendidikan Agama Islam. Rajawali pers Antarmanusia. Kuliah Dasar. Professional Books JakartaJoseph A DevitoDevito, Joseph A. 2010. Komunikasi Antarmanusia. Kuliah Dasar. Professional Books Komunikasi AntarbudayaAlo LiliweriLiliweri, Alo. 2003. Dasar-Dasar Komunikasi PurwasitoPurwasito, Andrik. Multikultural. Universitas Muhammadiyah Surakarta Communication Konteks-konteks KomunikasiL StewartSylvia Tubbs DanMossStewart L. Tubbs dan Sylvia Moss. 1996. Human Communication Konteks-konteks Komunikasi. Remaja Rosdakarya Bandung.

10 hadits tentang komunikasi